Quick Notice

Pages

Menjadi Guru yang Menyenangkan

Senin, 10 Mei 2010 | fadilah

Menjadi guru yang menyenangkan adalah impian dari setiap pendidik, juga merupakan idaman dari peserta didik. Karena dengan menjadi guru yang menyenangkan bagi peserta didik, maka guru akan lebih mudah dalam menyampaikan suatu pembelajaran dan anak didikpun jadi lebih senang dalam menerima pelajaran sehingga pelajaran akan lebih mudah dipahami dan tidak membosankan. Untuk menjadi guru yang menyenangkan, setiap pendidik harus memahami terlebih dahulu pengertian dari guru itu sendiri, dan kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki seorang guru,serta mengetahui bagaimana ciri-ciri dari guru yang baik sehingga bisa menjadi guru yang menyenangkan bagi anak didiknya.
Pengertian Guru
Guru dari bahasa Sansekerta guru yang juga berarti guru, tetapi artinya harafiahnya adalah “berat” adalah seorang pengajar suatu ilmu.
Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.


Kompetensi Yang Dimiliki Guru

PASAL 28 ayat 3 Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan secara tegas dinyatakan bahwa ada empat kompetensi yang harus dimiliki guru sebagai agen pembelajaran. Keempat kompetensi itu adalah kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi social.
Kepmendiknas No. 045/U/2002 menyebutkan kompetensi sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu. Jadi kompetensi guru dapat dimaknai sebagai kebulatan penetehuan, keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran.

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Komptensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Yang paling utama dalam kepribadian guru adalah berakhlak mulia. Ia dapat menjadi teladan dan bertindak sesuai normaagama (iman, dan taqwa, jujur, ikhlas dan suka menolong serta memilki perilaku yang dapat dicontoh.

Kompetensi professional merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

Kompetensi sosial merupakan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kepentidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

Keempat kompetensi di atas merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Masing-masingnya bukanlah hal yang berdiri sendiri-sendiri. Justru itu, antara kompetensi pedagogic, kepribadian, professional dan social akan saling menunjang dan bisa tampak secara utuh dalam proses pembelajaran di dalam kelas dan pergaulan di luar kelas.



Ciri-Ciri Guru yang Baik/Efektif
Kriteria Keefektifan seorang Guru
Guru memiliki banyak kombinasi sifat atau kualitas pribadi. Apa yang menarik dan efektif bagi seorang siswa mungkin menimbulkan respon yang negative dari siswa yang lain. Guru yang efektif pada suatu tingkatan tertentu mungkin tidak efektif pada tingkatan yang lain. Hal ini disebabkan olehnya adanya perbedaan-perbedaan dalam tingkat perkembangan mental dan emosional para siswa. Dengan kata lain, para siswa memiliki respon yang berbeda-beda terhadap pola-pola perilaku guru yang sama. Sekalipun demikian, ada ciri-ciri yang dapat dijadikan pegangan untuk memperbaiki diri pribadi guru.

Kriteria yang Ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat
Para peneliti dari Departemen Pendidikan Amerika Serikat menyimpulkan bahwa guru-guru yang baik digambarkan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Guru yang baik adalah guru yang waspada secara professional. Ia terus berusaha untuk menjadikan masyarakat sekolah menjadi tempat yang paling baik bagi anak-anak muda.
2. Mereka yakin akan nilai dan manfaat pekerjaannya. Mereka terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan mutu pekerjaanya.
3. Mereka tidak lekas tersinggung oleh larangan-larangan dalam hubungannya dengan kebebasan pribadi yang dikemukakan oleh beberapa orang untuk menggambarkan profesi keguruan. Mereka secara psikologis lebih matang sehingga rangsangan-rangsangan terhadap dirinya dapat ditaksir.
4. Mereka memiliki seni dalam hubungan-hubungan manusiawi yang diperolehnya dari pengamatannya tentang bekerjanya psikologi, biologi, dan antropologi cultural didalam kelas.
5. Mereka berkeinginan untuk terus tumbuh. Mereka sadar bahwa dibawah pengaruhnya, sumber-sumber manusia dapat berubah nasibnya.
Dua hal menjadi jelas dari kruteria diatas, yaitu (1)guru yang baik melihat tujuan mereka dan mereka ekerja dengan penuh keyakinan,(2)guru harus memberi contoh tentang kebiasaan belajar, memberikan perhatian dan usaha yangn berencana tentang pengembangan dirinya secara terus-menerus melalui belajar.


Pandangan Siswa
Sifat-sifat atau karakteristik guru-guru yang disenangi para siswa adalah guru-guru yang
1. demokratis,
2. suka bekerja sama(kooperatif),
3. baik hati,
4. sabar,
5. adil,
6. konsisten,
7. bersifat terbuka,
8. suka menolong,
9. ramah tamah.
Sifat-sifat lain yang disenagi siswa adalah
1. suka humor,
2. memiliki bermacam ragam minat,
3. mengusai bahan pelajaran,
4. fleksibel,
5. menaruh minat yang baik terhadap siswa.



Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan
2. harus mampu menyenangkan para muridnya, karena dengan suasana senang kegiatan belajar akan berjalan lebih efektif, untuk menciptakan suasana menyenangkan dalam mendidik anak-anak, seorang guru harus bisa menjadi seperti penyanyi, pendongeng, seniman, pelawak, pesulap, ilmuwan dan lain-lain.
3. harus memahami psikologi anak yang pada dasarnya anak bukan orang dewasa mini sehingga diperlukan kesabaran, pengertian dan toleransi yang mendalam.
4. Bangkitnya minatSeorang Pengajar atau pemelajar menjadi gembira lantaran di dalam dirinya memang ada keinginan Mengajar atau mempelajari suatu materi pelajaran.
5. Adanya KeterlibatanKeterlibatan memerlukan hubungan timbal balik. Apa yang dipelajari dan siapa yang ingin mempelajari perluadanya jalinan yang akrab dan saling memahami.
6. Adanya pemahaman atau penguasaan materiRasa ingin tahu atau kehandak untuk mengusai materi yang dipelajarinya akan tumbuh secara hebat apabila dia Berminat, Terlibat, dan Terkesan.
7. Terciptanya makna“Terciptanya sesuatu yang menyanangkan” inilah makna. Jadi, apabila sebuah pemelajaran tidak dapat menimbulkan kesan mendalam terhadap para pemelajar, maka mustahil ada makna.
8. Munculnya nilai yang membahagiakanRasa bahagia yang dapat muncul di dalam diri si pemelajar bisa saja terjadi karena dia merasa mendapatkan makna ketika mempelajari sesuatu. Atau dia merasa bahagia karena selama menjalani pemelajaran dia diteguhkan sebagai seorang berpotensi dan dihargai jerih payahnya dalam memahami sesuatu.

Tags: | 0 komentar

0 komentar:

Poskan Komentar